HAKIKAT
DAN MARTABAT MANUSIA MENURUT PANDANGAN ISLAM
I. Pengertian Manusia
Menurut islam, manusia diciptakan Allah Swt berasal dari saripati tanah, lalu
menjadi nutfah, alaqah, dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang
paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. AI-Quran menerangkan bahwa
manusia berasal dari tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti
turab, thien, shal-shal, dan suasalah. Hal ini dapat diartikan bahwa jasad
manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari
tanah.
Dalam Alqur'an ada 3 kata yang digunakan untuk menunjukan arti manusia, yaitu:
a. insan / ins / annas
kata insan digunakan untuk menunjuk manusia dengan segala totalitasnya , fisik
psikis, jasmani dan rohani. Didalam diri manusia terdapat tiga kemampuan yang
sangat potensial untuk membentuk struktur kerohaniahan , yaitu nafsu , akal dan
rasa.
b. basyar
kata basyar menunjukan manusia dari sudut lahiriyahnya (fisik) serta
persamaanya dengan manusia seluruhnya , sepeti firman Allah dalam surat
AI-Anbiya : 34-35
Al-anbiya
[ 21:34 ]
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِن مِّتَّ فَهُمُ
الْخَالِدُونَ
Artinya:Kami tidak menjadikan hidup abadi bagiseorang manusia pun sebelum kamu
(Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?
[ 21:35 ]
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً
وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Artinya:Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu
dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya
kepada Kami lah kamu dikembalikan.
c. bani adam / dzurriyat adam
Sebenarnya manusia itu terdiri atas 3 komponen yaitu:
1. Jasmani Terdiri dari air, angin, api dan tanah.
2. Ruh Terbuat dari cahaya (nur). Fungsinya hanya untuk menghidupkan jasmani
saja.
3. Jiwa (An Nafsun/rasa dan perasaan)
Terdiri atas 3 unsur:
• Syahwat/Lawwamah (darah hitam), dipengaruhi sifat Jin, sifatnya adalah:
rakus, pemalas, serakah, dan lain-lain (kebendaan/materialis) menjadi beban
masyarakat.
• Ghodob/Ammarah ( darah merah ), dipengaruhi oleh sifat Iblis, sifatnya
adalah: sombong, merusak, angkara murka dan lain-lain (menentang) menjadi
pengacau masyarakat.
• Natiqoh/Muthmainah (darah putih), dipengarui sifat malaikat, sifatnya adalah:
bijaksana, tenang, berbudi luhur, berakhlak tinggi dan mulia (menciptakan kedamaian
dan kasih sayang).
Alat dari pada jiwa yaitu otak, yang terdiri atas 3 bagian:
1. Akal (timbangan) haq atau bathil
2. Pikir (hitungan) untung rugi
3. Zikir (ingatan) ingat Allah
Tahapan kejadian manusia :
a) Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)
Di dalam Al Qur'an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang
kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah
sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal
ini ditegaskan oleh Allah didalam QS. As Sajdah (32) : 7;.
As sajdah
[ 32:7 ]
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنسَانِ مِن طِينٍ
Artinya:Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang
memulai penciptaan manusia dari tanah.
Didalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda : "Sesunguhnya manusia itu
berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah". (HR. Bukhari)
b) Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)
Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu
dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah
berkehendak menciptakan lawan jenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri).
Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam salah satu firman-Nya : QS. Yaasiin (36) :
36. Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam
surat An Nisaa' ayat 1. Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh
Bukhari dan Muslim dijelaskan: "Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan
dari tulang rusukAdam" (HR. Bukhari-Muslim)
c) Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)
Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali
Nabi Isa a.s. Di dalam Al Qur'an proses kejadian manusia secara biologis
dejelaskan secara terperinci melalui QS. Al Mu'minuun (23) : 12-14.
Al-mu’minun
[ 23:12 ]
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ
Artinya:Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati
(berasal) dari tanah.
[ 23:13 ]
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ
Artinya:Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam
tempat yang kokoh (rahim).
[23:14 ]
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً
فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ
خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Artinya:Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah
itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang
belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami
jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah,
PenciptaYang Paling Baik.
Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda: "Telah bersabda
Rasulullah SA W dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang
diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya
(embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari)
dijadikan segumpal da rah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari)
dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan
ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya,
ajal (umurnya), amalnya, dan buruk balk (nasibnya)." (HR. Bukhari-Muslim)
Secara umum perjalanan kehidupan manusia:
1. Alam arwah/ruh, masih didalam alam suci/taqdir ketentuan
2. Alam rahim, didalam kandungan ibu/qadar ditentukan
3. Alam dunia/alam qodho, penyelesaian/untuk sementara
4. Alam kubur/alam barzah, dalam tahanan alam kubur/prefentif
5. Alam mizan, timbangan alam dibangkitkanya kembali manusia
6. Yaumil ma'lum (hari pengumuman/keputusan), surga bagi yang beramal baik;
neraka bagi yang beramal buruk
Berikut berbagai macam corak-corak manusia:
Mukmin
ialah orang yang beriman kepada Allah Yang Maha Esa.
Beliau merupakan setingkat yang lebih tinggi dari Muslim
Kafir
Berasal dari kata kufur yang berarti ingkar atau menolak.
Secara harfiah bermaksud orang yang menyembunyikan
atau mengingkari kebenaran. Jadi menurut ajaran Islam,
manusia kafirterdiri dari beberapa maksud, yaitu:
• Orang yang tidak beragama Islam atau orang yang tidak mau membaca syahadat,
• Orang Islam yang tidak mau solat,
• Orang Islam yang tidak mau puasa,
• Orang Islam yang tidak mau berzakat
Di dalam AI-Qur'an, kata kafir dan variasinya digunakan dalam beberapa
penggunaan yang berbeda
• Kufur at-tauhid (Menolak tauhid): Dialamatkan kepada mereka yang menolak
bahwa Tuhan itu satu. Al-Baqarah ayat 6
Al-baqarah
[ 2:6 ]
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ
تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ
Artinya:Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri
peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
• Kufur al-Ni’mah (mengingkari nikmat): Dialamatkan kepada mereka yang tidak
mau bersyukur kepada Tuhan Surat AI-Baqarah ayat 152
[ 2:152 ]
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ
Artinya:Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu,
dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
• Kufur at-tabarri (melepaskan diri) Surat AI-Mumtahanah ayat 4
• Kufur al-juhud: Mengingkari sesuatu Surat AI-Baqarah ayat 89
• Kufur at-taghtiyah: (menanam/mengubur sesuatu) Surat AI-Hadid 20
Munafik
merujuk pada mereka yang tidak beriman namun berpura-pura beriman. Berdasarkan
Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad s.a.w mengatakan : " Tanda
orang-orang munafik itu ada 3 keadaan:
o Pertama, apabila berkata-kata dia berdusta
o Kedua, apabila ia berjanji, dia ingkari
o Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan), dia khianati
Perbedaan manusia dengan makhluk lain
Menurut ajaran Islam, manusia, dibandingkan dengan makhluk lain mempunyai
berbagai ciri utamanya adalah:
1. Mahluk yang paling unik, dijadikan dalam bentuk yang paling baik, ciptaan
Tuhan yang paling sempurna. Firman Allah: (QS.At-Tin:4). At-tin
[ 95:4 ]
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
Artinya:sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya.
2. Manusia memiliki potensi (daya atau kemampuan yang mungkin dikembangkan)
beriman kepada Allah. Sebab sebelum ruh (ciptaan) Allah dipertemukan dengan
jasad di rahim ibunya, ruh yang berada di alam ghaib itu ditanyai Allah,
sebagaimana tertera dalam AI-Qur'an: (Q.S. AI-A'raf: 172).
3. Manusia diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya dalam AI-Qur'an surat
Az-zariyat ayat 56 Pengabdian melalui jalur utama dilaksanakan dengan
melakukan ibadah khusus yaitu segala upacara pengabdian iangsung kepada Aiiah,
seperti ibadah salat, zakat, puasa dan haji. Pengabdian melalui jalur yang lain
dapat diwujudkan dengan melakukan amal saleh yaitu segala perbuatan positif
yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat, dilandasi dengan niat ikhlas
dan bertujuan utuk mencari keridaan Allah.
4. Manusia diciptakan Tuhan untuk menjadi khalifah-Nya di bumi. Hal itu
dinyatakan Allah dalam firman-Nya. Di dalam surat al-Baqarah : 30.
Al baqarah
[ 2:30 ]
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً
قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاء وَنَحْنُ
نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ
Artinya:Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".
Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu
orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan
berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".
Perkataan "menjadi khalifah" dalam ayat tersebut mengandung makna
bahwa Allah menjadikan manusia wakil atau pemegang kekuasaan-Nya mengurus dunia
dengan jalan melaksanakan segala yang diridhai-Nya di muka bumi ini.
5. Manusia dilengkapi Allah dengan akal, perasaan (hati), dan kemauan atau
kehendak sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah, berupa al-Quran
menurut sunah rasul. Dengan akal dan kehendaknya manusia akan tunduk dan patuh
kepada Allah, menjadi muslim. Tetapi dengan akal dan kehendaknya juga manusia
dapat tidak percaya, tidak tunduk dan tidak patuh kepada kehendak Allah, bahkan
mengingkari-Nya, menjadi kafir
6. Secara individual manusia bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Hal
ini dinyatakan oleh Allah dalam AI-Qur 'an: (QS. At-Thur: 21)
7. Berakhlaq adalah ciri utama manusia dibandingkan makhluk lain. Artinya
manusia adalah makhluk yang diberikan Allah kemampuan untuk membedakan yang
baik dengan yang buruk.
8. Kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun, baik didarat,
dilaut, maupun diudara. Sedangkan binatang bergerak diruang yang terbatas.
Mengenai kelebihan manusia atas makhluk lain dijelaskan surat al-Isra' ayat 70.
Al-isra
[ 17:70 ]
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ
وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِّمَّنْ
خَلَقْنَا تَفْضِيلاً
Artinya:Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka
di daratan dan dilautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami
lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang
telah Kami ciptakan.
II. Hakekat Manusia dalam Islam
Tanqgung Jawab Manusia Sebagai Hamba dan Khafifah
1. Tanggungjawab Manusia Sebagai Hamba
Sebagai hamba Allah tanggungjawab manusia amat luas di dalam kehidupannya,
meliputi semua keadaan dan tugas yang ditentukan kepadanya. Tanggungjawab
manusia secara umum digambarkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadis berikut. Dari
Ibnu Umar RA katanya; "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda yang
bermaksud: "Semua orang dari engkau sekalian adalah pengembala dan
dipertanggungjawabkan terhadap apa yang digembalainya. Seorang laki-laki adalah
pengembala dalam keluarganya dan akan ditanya tentang pengembalaannya. Seorang
isteri adalah pengembala di rumah suaminya dan akan ditanya tentang
pengembalaannya.Seorang khadamjuga pengembala dalam harta tuannya dan akan
ditanya tentang pengembalaannya. Maka semua orang dari kamu sekalian adalah
pengembala dan akan ditanya tentang pengembalaannya."'(Muttafaq 'alaih)
Allah mencipta manusia ada tujuan-tujuannya yang tertentu. Dalam hal ini pada
initinya manusia mengabdi untuk Allah, bukan karena mengharapkan yang lain.
Bentuk pengabdiannya tersebut berupa pengakuan atas keberadaan Allah SWT,
melaksanakan perintahNya serta menjauhi laranganNya. Sebagai bentuk mengakui
keberadaan Allah adalah dengan mengikuti Rukun Iman dan Rukun Islam. Manusia
diciptakan untuk dikembalikan semula kepada Allah dan setiap manusia akan
ditanya atas setiap usaha dan amaI yang dilakukan selama ia hidup didunia.
2. Manusia Sebagai Khali’fah Allah. Antara anugerah utama Allah kepada manusia
ialah pemilihan manusia untuk menjadi khalifah atau wakilNya di bumi. Dengan
ini manusia berkewajiban menegakkan kebenaran, kebaikan, mewujudkan kedamaian,
menghapuskan kemungkaran serta penyelewengan dan penyimpangan dari jalan Allah.
Firman Allah SWT: (Al-baqarah:30).
Di kalangan makhluk ciptaan Allah, manusia telah dipilih oleh Allah
melaksanakan tanggungjawab tersebut. Ini sudah tentu kerana manusia merupakan
makhluk yang paling istimewa. Firman Allah SWT: (AI-Ahzab: 72).
Al-ahzab
[ 33:72 ]
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ
فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ
إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
Artinya:Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan
gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka
khawatirakan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia.
Sesungguhnya manusia itu amat lalim dan amatbodoh,
Tuiuan Penciptaan Manusia
Eksistensi manusia di dunia adalah sebagai tanda kekuasaan Allah SWT terhadap
hamba-hambaNya, bahwa dialah yang menciptakan, menghidupkan dan menjaga
kehidupan manusia. Dengan demikian, tujuan diciptakannya manusia dalam konteks
hubungan manusia dengan Allah SWT adalah dengan mengimani Allah SWT dan
memikirkan ciptaanNya untuk menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Sedangkan dalam konteks hubungan manusia dengan manusia serta manusia dengan
alam adalah untuk berbuat amal, yaitu perbuatan baik dan tidak melakukan
kejahatan terhadap sesama manusia, serta tidak merusak alam. Terkait dengan
tujuan hidup manusia dengan manusia lain dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Tujuan Umum Adanya Manusia di Duma
Tujuan manusia diciptakan oleh Allah SWT dan berada didunia ini adalah untuk
menjadi rahmat bagi alam semesta (Q.S. AI-Anbiya ayat 107)
An-anbiya
[ 21:107 ]
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
Artinya:Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi
semesta alam.
. Arti kata rahmat adalah karunia, kasih sayang dan belas kasih. Jadi manusia
sebagai rahmat adalah manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk menebar dan
memberikan kasih sayang kepada alam semesta.
2. Tujuan Khusus Adanya Manusia di Dunia Tujuan khusus adanya manusia di dunia
adalah sukses di dunia dan di akhirat dengan cara melaksanakan amal shaleh yang
merupakan investasi pribadi manusia sebagai individu. (Q.S. An-Nahl ayat 97)
An-nahl
[16:97 ]
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ
حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ
يَعْمَلُونَ
Artinya:Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya
kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka
dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
3. Tujuan Individu Dalam Keluarga Tujuan individu daln keluarga adalah agar
individu tersebut menemukan ketentraman, kebahagian dan membentuk keluarga
sakinah, mawaddah dan rahmah. Manusia diciptakan berpasang-pasangan. Oleh sebab
itu, sudah wajar manusia baik laki-laki dan perempuan membentuk keluarga. (Q.S.
AI-Ruum ayat 21)
4. Tujuan Individu Dalam Masyarakat Tujuan hidup bermasyarakat adalah
keberkahan dalam hidup yang melimpah. Hal tersebut dapat mudah diperoleh
apabila masyarakat beriman dan bertakwa. Apabila masyarakat tidak beriman dan
bertakwa, maka Allah akan memberikan siksa dan jauh dari keberkahan. Oleh sebab
itu, apabila dalam suatu masyarakat ingin hidup damai dan serba kecukupan, maka
kita harus mengajak setiap anggota masyarakat untuk memelihara jman dan takwa.
(QSAI-Araaf': 96)
5. Tujuan Individu Dalam Bar negara Tujuan individu dalam bernegara adalah
menjadi warganegara yang baik di dalam lingkungan negara yang baik yaitu negara
yang aman, nyaman serta makmur.
6. Tujuan Individu Dalam Pergaulan Internasional Tujuan individu dalam
pergaulan internasional adalah menjadi individu yang saling membantu dalam
kebaikan dan individu yang dapat membedakan mana yang baik dan buruk dalam
dunia globalisasi agar tidak kalah dan tersesat dalam percaturan dunia.